Pages

Thursday, September 25, 2014

Menyapa Senja di Pantai ‘Tetangga’

22 05 2014


“Eh ke pantai yuk! Lagi galau ni.”, ucap salah satu teman.

Tanpa basa basi kami langsung mengiyakan. Sore itu kami pun memutuskan untuk mengunjungi pantai tetangga yang ternyata jaraknya cukup dekat dengan tempat kami tinggal sekarang di Pulau Lombok. Di pulau Lombok ini kami yang berstatus sebagai sarjana kehutanan sedang tergabung dalam program dari kementerian kehutanan yang disebut BASARHUT (Bakti Sarjana Kehutanan) untuk melakukan pengabdian kami sebagai seorang rimbawan selama 2 tahun. Kami ditempatkan di pulau Lombok bagian Timur tepatnya di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur. Dalam kesehariannya kami tinggal di kota Selong yang merupakan ibukota dari Kabupaten Lombok Timur tetapi wilayah kerja kami cukup luas meliputi hutan – hutan yang ada di Lombok bagian Timur ini termasuk juga hutan di Lombok bagian selatan.


Sore itu entah ada angin apa salah seorang teman menyuarakan keinginannya untuk menikmati suara deburan ombak dan angin pantai. Berhubung hari sudah sore kami memutuskan untuk pergi ke pantai terdekat dari tempat tinggal kami. Sejujurnya selama kurang lebih 3 bulan pertama di Pulau Lombok ini (saat ini sudah 6 bulan kami tinggal di sini) kami sudah mengunjungi beberapa pantai yang tersebar di bagian tengah dan selatan pulau ini. Akan tetapi justru pantai yang terdekat belum tersentuh oleh jejak langkah kami. Maka sore itu kami memutuskan untuk melangkah menuju sebuah pantai yang ternyata hanya berjarak sekitar 5km (?) dari tempat tinggal kami, dengan sepeda motor hanya butuh 15 menit untuk mencapai lokasi.

kami bertemu dengan 'nyongkolan' (sebuah tradisi dari suku sasak yang diadakan serangkaian dengan acara pernikahan yaitu 'mengarak' pengantin dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita diiringi dengan keluarga mempelai pria dan juga rombongan musik)

Jalan ke pantai Rambang
Disebut pantai Rambang. Salah satu keindahan yang tersembunyi di Lombok Timur ini. Pantai ini berada sejajar dengan pantai Labuhan Haji, berpasir putih tercampur sedikit hitam. Pantai yang terbilang cukup tenang, sederhana, dan indah. Hanya satu yang kami sayangkan, ada banyak sampah yang terkumpul di sekitar ‘danau’ (?) kecil di tepi pantai.

Pantai Rambang

Pantai Rambang dan 'danau' kecilnya

senja di pantai Rambang (ini 'danau' kecilnya itu)

Tanpa komando kami langsung mengambil posisi untuk berfoto narsis. Tapi seperti biasa barang siapa yang memegang kamera dia harus siap untuk tidak terlalu narsis. Beberapa saat kemudian matahari perlahan meredup, menurun, dan senja pun tiba. Di tengah pantai yang terbilang cukup sepi karena hanya ada kami, menikmati angin pantai dan suara deburan ombak di kala senja sambil sedikit bercengkrama, menyenangkan! Salah satu momen yang sangat langka ketika kami masih tinggal di rumah. Terlebih lagi aku yang notabene anak gunung, bertemu pantai merupakan salah satu momen langka yang belum tentu dalam satu tahun bisa mengunjungi satu pantai (pada saat dulu itu).

Bersama senja kala itu ...

model : kak Jijong | tukang foto : uma


Masbagik 25092014
@Rinjani Timur Forest Managemet Unit Office
11.25 WITA Disela – sela review dan revisi RPHJP -_- menghilangkan bosan sejenak 

2 comments:

  1. Main - main bos kkkk itu masih belum seberapa dibanding pantai - pantai lainnya hahaha

    ReplyDelete